Rabu, 05 Oktober 2011

Paradoks Cinta


Dalam kehidupan, ada begitu banyak hal yang terkadang tidak masuk dalam logika kita. Ada situasi yang memaksa kita melakukan begitu banyak hal yang tidak kita sukai, tapi harus… Sebab kalau tidak, malah akan menjadi masalah dikemudian hari.

Alloh sudah memberikan isyaratnya melalui Al-Qur’an “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”. Artinya tidak semua orang menyukai peperangan, bahkan sebetulnya mereka tidak ingin berperang, apalagi yang harus diperanginya adalah kerabat-kerabatnya sedarah… Tapi ringan atau berat… kebenaran harus ditunaikan.

Atau satu contoh paradox dalam ayat lain, seperti halnya Ibrohim yang menyembelih Ismail, menyembelih anak tersayang yang telah dinanti-nanti kehadirannya? Ayah mana yang dengan suka cita melakukannya? Tentu tidak ada! Tapi Ibrohim tetap melakukannya. Bukan karena dia tidak mencintai Ismail. Pertanyaan mendasar yang pasti muncul adalah, “Mengapa?” Mengapa Ibrohim pada akhirnya melakukannya? Dan mengapa Ismail dengan suka cita merelakan dirinya?

Alasan satu-satunya adalah “visi”. Visilah yang membuat mereka bisa melakukan hal-hal besar yang sebenarnya jauh dari nalar dan tak mudah dilakukan dan tak juga disukai. Visi cinta padaNya, satu-satunya yang berhak diibadahi, visi mencari keredhoan. Visi inilah yang membuat mereka paham, ada sesuatu yang lebih besar dari sekedar baik atau buruk, karena kebaikan belum tentu sebuah kebenaran. Kebenaran yang diukur dari kacamata Tuhan, tentunya. Bukan dari sisi manusiawi yang lemah dan butuh banyak pemakluman. Sebab kebaikan itu bernilai relative dan kebenaran itu adalah mutlak! Dan kebaikan Tuhan itu hanya mampu dipahami oleh orang-orang yang memang telah meyakini kebenaranNya!

Paradoks cinta-Nya inilah yang kemudian membedakan antara pengecut dan pemberani, sebab berani mencintai, berarti berani berkorban, bukan sekedar kata tanpa bukti, sementara jiwa sudah banyak berharap…

Jika kisah para Rosul dan sahabat masih kita anggap dunia lain yang jauh berbeda dari masa kini, maka tengoklah beberapa cerita paradox ini…

Alkisah dalam sebuah pendakian, serombongan pendaki sedang gelisah memikirkan nasib rekannya yang jari-jari tangannya membeku karena suhu yang telah mencapai minus… Bekunya jari-jari tangan itu telah sampai pada tahap kematian jaringan. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan pendaki tersebut, hanyalah dengan memotong jari-jari yang telah membeku.

Pertanyaan yang kembali muncul, siapa yang tega melakukannya? Sementara jika tak satupun rela melakukannya, maka kematian jaringan itu akan terus meluas ke seluruh tubuh, bahkan kalau mencapai pembuluh darah besar, itu bisa menimbulkan kematian yang cepat.

Waktu terus berlalu, tak ada pilihan lain, kecuali amputasi! Menyakitkan memang… tapi amputasi ini adalah jalan satu-satunya menuju perbaikan. Barangkali sakit saat itu, tapi sakit yang sebentar itu, walaupun tak mudah dilupakan… akan memberi kesempatan hidup pada pendaki tersebut. Harapan untuk melanjutkan hidup, walaupun tanpa jari.

Begitulah, terkadang hidup mempermainkan perasaan kita… rasa, rasa itulah yang terkadang membuat kita bersembunyi terlalu lama dari kenyataan, membuat kita melakukan hal yang kita anggap baik, tapi terkadang justru kebaikan itu menyakiti orang-orang disekitar kita. Kalau tak satupun dari rekan pendaki tadi tega memotong jari-jari pendaki yang beku, maka mungkin pendaki tadi akan mati…

Seperti kisah seorang istri yang tidak tega suaminya kehausan, lalu saking cintanya maka dia pun memberinya makan dan minum. Padahal suaminya itu baru saja dioperasi, dan dokter melarangnya untuk makan dan minum. Suaminya tercinta pun harus menanggung akibatnya. Inilah cinta yang tumbuh tanpa pemahaman. Apa yang dianggap baik malah justru sebaliknya, menyakitkan.

Atau barangkali belum puas dengan kisah diatas, ada sebuah kisah lagi yang mungkin bisa kita ambil pelajaran. Ini adalah kisah cinta orang tua pada anaknya, konon tidak ada cinta yang lebih besar dari ini, tapi cinta ini malah menjadi masalah bagi anaknya. Alkisah seorang anak perempuan yang dilahirkan dari hubungan zina, maka ayahnya tidak berhak menjadi wali baginya. Sampai tiba hari pernikahannya, sang anak masih belum tahu bahwa ternyata dirinya adalah anak hasil zina. Sementara ayahnya yang tengah menyesali perbuatannya, tak tega mengatakan kebenaran yang menyakitkan itu… akhirnya karena dia pikir tak ada yang tahu anaknya adalah hasil perbuatan zina, maka dia lupa akan syariat Alloh, dia nikahkan anaknya… sungguh bencana besar telah terjadi, pernikahan ini menjadi tidak sah, dan sepanjang pernikahannya anaknya yang tidak tahu apa-apa itu, telah dibiarkan berbuat zina oleh ayahnya sendiri… Begitulah pahitnya cinta yang melupakan kebenaran! naudzubillah…

Kulil haqqu walau kana murron, katakanlah yang benar, walaupun itu pahit! Jika kejujuran adalah kebenaran, mungkin ada rasa sakit mengetahui kebenaran, tapi kebenaran akan tetap benar, walaupun menyakitkan… Jangan sekali-sekali kita memberikan harapan palsu atas nama kebaikan, biarkanlah harapan itu muncul didasari kejujuran. Sebab harapan itu tumbuh dan menumbuhkan, jika ia didasari kebaikan yang ternyata tidak jujur, sekedar menjaga hati dan perasaan… ia tumbuh dan terus tumbuh… namun setelah harapan itu berkembang akhirnya ia pasti mati dengan menyakitkan. Namun bila ia tumbuh diatas kejujuran walaupun tidak sesuai keinginan, ia akan tetap hidup, karena kebenaran dijaga ketat oleh Tuhan. Selamanya…

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al Baqarah:216)

Wallohu’alam
(Ied ide I did)

Skala Kehawatiran

Penawar hati yang gelisah, adalah dzikrulloh, dan dzikir yang paling baik adalah bacaan Al-Qur’an… Indahnya Kitab ini, tak ada keraguan sedikitpun akan kemukjizatan Al-Qur’an… Saat iseng2 mencari-cari dalam Al-Qur’an tentang sikap khawatir… ada beberapa hal yang dapat saya sarikan, semoga manfaat!
  1. Pertama, kekhawatiran para Rosul adalah akan perbuatan dosa dan kedzaliman ummatnya, Coba tengoklah betapa banyak ayat yang mengisahkan tentang perjuangan para Rosul, mereka memikul amanah yang begitu berat, berkewajiban menyampaikan risalah, sesuatu yang tak pernah mudah para nabi begitu mengkawatirkan adzab yang akan menimpa ummatnya jika mereka tetap dalam kekufuran. Terbukti nabi kita Muhammad SAW. tercinta, kata-kata perpisahannya adalah, “ummatii… ummatii…” seakan tak ada yang lebih dikhawatirkannya selain ummatnya…
  2. Kedua, kekhawatiran orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, mereka amat takut akan tergelincir pada perbuatan dzolim mereka takut akan adzab Alloh dan mereka juga khawatir amal perbuatannya tidak diterima Alloh… Mereka senantiasa menghisab dirinya sebelum dihisab Alloh, hati mereka tidak tertuju pada dunia, yang lebih mereka khawatirkan adalah kehidupan akherat, mereka sibuk dengan beramal sholeh, dan menjauhi maksiat.
  3. Ketiga, kekhawatiran orang-orang yang lemah diantara manusia, yang paling sering mereka khawatirkan adalah kebahagiaannya di dunia. Kadang meskipun kita beriman, tapi masih lemah imannya, sehingga Alloh seringkali mengingatkan agar jangan khawatir… karena sesungguhnya kekhawatiran akan urusan dunia itu seringkali dialami setiap manusia.
  4. Keempat, kekhawatiran orang-orang dzalim adalah apabila kekuasaan atau kesenangan mereka dihancurkan. Contohnya Fir’aun, sampai-sampai dia melakukan hal yang sangat biadab, membunuh semua bayi laki-laki Bani Isroil yang baru lahir. Bukankah itu justru semakin memperjelas betapa lemah dirinya?
  5. Kelima, orang-orang yang selalu khawatir, mereka selalu ragu-ragu, mereka adalah orang-orang munafik. Kekhawatiran orang munafik itu adalah ketika mereka disuruh untuk berkorban, baik harta, jiwa dan raga. Mereka amat takut berada di pihak yang menurut mereka akan menderita kerugian, seakan mereka tak pernah mau rugi! Saking takut bangkrut mereka selalu mengambil sikap abu-abu, menunggu-nunggu, sikap apa yang paling menguntungkan bagi mereka. Mereka berbuat makar pada Alloh, mereka mencoba mengelabui Alloh, Rosulnya, dan orang-orang mukmin, padahal Alloh Maha Tahu apa yang tersembunyi dalam hati mereka, dan orang mukmin adalah orang yang paling tajam mata batinnya. Pada akhirnya, orang-orang munafik ini adalah orang yang paling bangkrut, sebab mereka adalah penghuni dasar neraka jahanam. Naudzubillah…
Untuk semua kekhawatiran ini Alloh selalu memberikan jawaban dalam Al-Qur’an, begitu banyak motivasi yang bisa kita dapatkan dengan terus mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an. Tiada pernah Alloh membiarkan hambaNya sendirian. Ujian yang sering kita khawatirkan telah disesuaikan kadarnya, tidak ada yang melampaui batas kekuatan kita...
Barangkali tulisan ini bisa menjadi tolak ukur kita untuk menilai, kekhawatiran macam manakah yang selama ini menghantui kita, membuat hari-hari kita tak lagi nikmat, tidur pun tak nyenyak, makan pun tak enak?
mohon koreksi apabila ada kesalahan… Jazakumulloh…
(Ied ide I did)

Kuliah Cinta

Semua orang bilang aku bodoh
aku diam saja
semua tertawa
aku ikut tertawa
aku tdk bodoh
aku hanya jatuh cinta..
satu2ñ hal yg membuatku keliatan begitu bodoh
adalah.. karena aku mencintai orang yg salah..
dan kau tau sobat?
cinta itu diatasnya bodoh!
its mean 'GILA'

Well, jgn tersinggung begitu dung! haha.. baca update-an status pak Tif kmrn.. dpt inspirasi nulis ini.. Cinta milik semua kawand.. yg muda, yg tua, yg single, yg married, yg kaya, yg miskin.. semua punya cinta!

seorg temen bilang, 'cinta nggak haroki, tapi esensi..' jgn blg blm pernah merasakanñ.. terserah kalau anda tdk mau mengakuiñ.. tp sy yakin 1000% qt all pernah merasakanñ, yg beda adlh cr qt menyikapi rasa itu.. -coklat, alpukat, strowbery, jeruk, dll-

jatuh cinta tu biasa aja lagi! nggak ada istimewa2ñ.. ingat, smua pernah merasakan!

lalu? the problem is.. 'kemana cinta itu mau dibawa?' nah, jika cinta qt pd Alloh lbh besar, Alloh akan menuntun qt, menunjukkan jalan kedamaian..
jika nafsu qt yg mjd raja di hati.. siap2 sj sengsara..
mengerikan memang! haha.. tp ga usah takut.. everybody need a process, biarkan mereka dgn prosesñ masing2..

orang yg jatuh cinta, kadang hanya butuh didengarkan, tak perlu nasehat.. cukup doakan saja..

owkeh.. sekian kuliah cinta pagi ini.. semoga ada manfaatñ..

selamat jatuh cinta! dan tanggung sendiri akibatñ.. wk kk kk ..

semangat pagi sampai malam nanti!!!(Ied ide I did)

Setengah (H/M)ati


Matahari pagi bersinar terang, pemandangan bunga anggrek yg baru mekar berwarna pink keunguan berlatar biru gunung slamet yg gagah menjulang adalah anugerah alam yg pantas disyukuri.. suara kicauan burung pipit yg sedang berlompatan membenahi sarangnya yg koyak akibat hujan semalam, adalah bentuk optimisme makhluk kecil yg membuatku merasa iri..

Pagi yang cerah ini, sama sekali tak mewakili perasaanku..
badai yg seharian memporak- porandakan hatiku, telah meninggalkan puing2 kesedihan yg teramat dalam..

aku paham.. smua bukan salahmu, mana boleh aku menyalahkanmu.. segala hal yg berhubungan dgn perasaanku, bukankah itu hatiku yg memutuskan?

terlalu berharap kesempurnaan darimu.. adalah kesalahan hatiku..

ternyata.. ujian ini cukup berat untukku.. sekian tahun qt bersama, belum cukup bagiku untuk mengenalmu.. memahamimu..

aku yg salah, kumohon jgn pernah meminta maaf padaku.. tak ada yg perlu dimaafkan!

aku hanya butuh waktu.. untuk membangun kembali stiap ruang di hatiku, menjalin kembali persahabatan kita.. tanpa tuntutan.. persahabatan yg dibayar lunas sejak awal, tak perlu kata maaf dan terimakasih.. bukankah aku yg selalu bilang begitu???

terlalu naif, jika badai yg sehari, membuatku lupa indahñ musim hujan dan musim semi..

bunga desember yang tahun ini mekar sejak agustus lalu.. tersenyum padaku, warna putih kemerahanñ mengingatkanku pada mimpi qt yg tertunda..

ujung putikñ meneteskan embun ketulusan..
menyadarkanku, satu2ñ orang yg harus meminta maaf adalah aku, yg dgn terang2an menuntutmu mjd seperti yg kumau..

maafkan aku sahabat.. kuharap permohonan maafku mengalir, dari sungai kecil hatiku, menuju samudra luas hatimu.. tak terbendung lagi..(Ied ide I did)