Jumat, 23 September 2011

Perempuan Keras Kepala

Seorang nenek berjalan tertatih menuju masjid, padahal baru jam tiga pagi, tak jarang nenek itu mengambil sebongkah batu, menggedor pintu gerbang masjid minta dibukakan oleh penjaga, rupanya itu sudah menjadi kebiasaan yang rutin beliau jalani sejak pensiun dari pekerjaannya. Tidak satu waktu sholat pun terlewat, beliau bahkan selalu datang untuk mengisi shaf paling kanan depan di deretan shaf perempuan. Bahkan semua orang sudah tahu kalau itu tempat duduk beliau, pernah sekali beliau terlambat datang, tidak ada seorang pun yang berani mengisi sudut itu, seakan sudah tertulis nama beliau disana.

Terbayang dalam benakku bagaimana perempuan tua itu mengahabiskan masa mudanya, barangkali beliau bukanlah seorang remaja masjid, bukan pula seorang aktivis kampus. Barangkali malah beliau dulunya tidak mengenal jilbab, tidak ngerti cara baca Qur'an dengan baik, atau apalah segala macam ilmu tentang dinul Islam. Tapi kini senja usia telah menjadikan beliau seorang yang memelihara wudhu, menjaga shalat, rajin mengaji dan senantiasa bertaubat.

Kadang terbersit dalam hati, kelak aku tua apakah aku akan segiat beliau dalam menjalankan sholat berjamaah dan tepat waktu? Apakah aku akan seistiqomah beliau dalam menghadiri majelis taklim? Mengisi kotak infak? Atau bahkan masih menyempatkan diri untuk menyapu lantai masjid yang terlihat kotor?

Kutatap lekat-lekat wajah beliau, tak ada lagi sisa wajah cantiknya kala muda, yang ada tinggal rambut putih yang tipis dan wajah keriput dengan bercak-bercak kecoklatan, selembar daging kering tak berbentuk menutupi rahangnya yang sudah kehilangan hampir seluruh giginya.

Hemmm, tapi tiba-tiba aku kok jadi miris melihat keadaan beliau. Aku kasihan sama dia, sudah capek-capek sholat, capek-capek menghadiri majelis taklim, padahal jelas-jelas perempuan tua itu nggak ada tampang untuk masuk surga! Tapi herannya dia tidak pernah jera, ckckckckckckckkkk... dasar perempuan tua keras kepala!

Dalam sebuah riwayat datang seorang perempuan tua kepada Rosululloh SAW. Perempuan itu meminta kepada beliau SAW agar didoakan masuk surga. Beliau SAW lantas berkata: “Perempuan tua tidak masuk surga”. Perempuan tersebut langsung berpaling sambil menangis. Beliau SAW pun lantas memanggil dan berkata, “Tidakkah kamu pernah mendengar firman ALLAH SWT, dalam surat Al-Waaqi’ah: 35-37?” (HR. Thabrani)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” QS. Al-Waaqi’ah: 35-37)
Maksudnya tidak ada perempuan yang tua di dalam surga, karena semua dijadikan dalam keadaan gadis remaja dan sebaya umurnya.

Ya Rabb, seandainya Kau hendak memanjangkan umurku, maka berkahilah setiap detiknya dan matikan aku dalam keadaan khusnul khotimah...
(Ied ide I did)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih atas apresiasinya, semoga menjadi bahan perbaikan ^^