etiap penyakit pasti ada penawarnya… Ini adalah sebuah hadist yang
berisi optimisme luar biasa, tapi memang benar adanya… mengatasi masalah
tanpa masalah, cuma Alloh yang bisa begitu…
Ceritanya begini,
sudah sebulan saya nyaris nggak bisa jalan… atau bisa jalan tapi sambil
berjingkat-jingkat seperti pencuri yang takut ketahuan. Ini terjadi
setiap pagi antara jam 6-8 pagi. Jelas ini sangat membuat saya stress,
bayangkan saja, harusnya sudah beraktivitas, saya masih menikmati rasa
nyeri yang amat sangat pada kaki saya. Ke dokter? Itu adalah pilihan
terakhir dalam hidup saya! Entah kenapa saya sangat tidak suka dengan
dua kata itu, ke dokter! Padahal saya kan orang kesehatan? Masa sich
nggak percaya dokter? He he… bukan nggak percaya sama dokternya
sebenarnya, tapi nggak percaya sama obatnya…(maap pak bu dokter… perlu
dikasih penkes kali ya?). sampai akhirnya sakit sudah mencapai klimaks
dan merepotkan orang lain, maka dengan melalui acara dijebak, saya
dibawa ke dokter oleh kakak saya tersayang.
“Ini sakitnya
rheumatic!” kata dokter itu setelah memeriksa sebentar bagian kaki saya
yang memang sakit. Sudah saya duga! Kalo sekedar bilang rematik saya
juga udah ngerti dok…
Maka dokter itupun memberikan resep dengan
tulisan tangan sekedarnya. Kami pun segera menebus resep yang telah
diberikan oleh dokter. Dalam hati saya sudah tak percaya… paling juga
analgesic! Dan benar… analgesic, vitamin, dan analgesic lainnya! Diminum
nggak ya… (kumat bandelnya!)
Akhirnya dengan pertimbangan
menghargai yang sudah membelikan, saya minum obat itu dengan setengah
hati, percaya kalo sakitnya akan hilang tapi apa betul penyakitnya akan
sembuh??? Tanda Tanya besar itu seakan menyeruak menghantui setiap
teringat penyakit ini. Rematik, sungguh menyedihkan… masih muda, belum
menikah, mosok kena rematik… ck ck ck… pengen nangis tapi malah
diketawain! Ya sudah ketawa saja…
Entah kebetulan atau kebeneran…
pas kuliah dosen yang juga seorang dokter sedang menerangkan tentang
beberapa penyakit hipersensitivitas, salah satunya adalah rheumatoid
arthritis… atau biasa dikenal dengan radang sendi…
Mari kita simak kuliah dosen saya yang menakutkan berikut ini:
Definisi:
penyakit infeksi kronis yang penyebabnya tidak diketahui (hufh!
Ketahuan penyakit nyebelin, penyebabnya aja nggak jelas!), menignfeksi
membrane synovial yang meliputi beberapa sendi.
Penyebab: nggak jelas
Kejadian pada wanita dan laki-laki (3:1), biasanya terjadi pada usia 20-50 tahun… (saya dong…)
Jenisnya
ternyata berbeda-beda, bukan cuma asam urat seperti yang biasa dikenal
masyarakat, ada juga penyakit jantung rematik, atau lebih sering terjadi
sebagai akibat dari penyakit lain yang menyerang system organ vital
lainnya.
Tanda-tandanya nyeri pada daerah persendian, untuk asam
urat sendiri biasanya simetris kanan dan kiri, menyerang sendi-sendi
kecil seperti jari-jari kaki dan tangan.
Dari sini saya sudah bisa memetakan sepertinya saya mengidap asam urat… alah mak! Masih muda asam urat, sambil tersenyum pahit…
Pokoknya
selanjutnya kuliah ini jadi nggak menyenangkan… mulai dari perjalanan
penyakit yang menyedihkan, bahkan bisa berakhir pada kecacatan,dan
kematian. Bukan karena penyakitnya tapi karena penyakit penyerta yang
biasanya membarengi penyakit tadi. Pak dosen terus memberikan penjelasan
perjalanan penyakit ini. Dan saya terus saja mengatakan dalam hati,
saya akan sembuh… walaupun katanya penyakit hipersensitivitas ini nggak
ada obatnya… saya akan sembuh… itu kan kata dia, Alloh sendiri yang
bilang, setiap penyakit ada obatnya!!!
Esok harinya saya langsung
menemui ustadzah Erma, beliau adalah guru herbal sekaligus guru terapis
yang saya kenal… saya mulai menceritakan masalah penyakit rematik ini
dan beliau segera memberikan penjelasan terkait asam urat. Pertanyaannya
hanya seputar pola hidup saya yang memang jauh dari teratur, pola
makan, pola tidur, sampai pola eliminasi defekasi. Hampir semuanya
memang kacau balau… saya memang rekor untuk urusan makan telat, males
makan, insomnia, juga males buang air kecil… hufh… lengkap sudah
penyebab penyakit ini nempel.
Setelah ditanya ini itu, kaki saya
pun mendapat terapi khusus yang super sakit, dipijat habis-habisan tapi
nggak apa-apa demi sembuh, saya juga diajarin cara menterapi kaki
sendiri, ternyata asam uratnya bisa teraba, nah bagian itulah yang harus
sering-sering dipijat dengan minyak but-but.
Tidak berhenti disitu,
ada beberapa obat yang harus saya konsumsi, saya nurut saja selama itu
obat-obatan herbal, antara lain si raja obat, habbat sauda kapsul oil,
terus minum jahe merah, minum madu, dan minum jamu tempuyung, ditambah
juga dengan terapi mandi pagi sekali, mandi antara jam 3 pagi… satu lagi
kata beliau, berdoa, sholat tahajud dan sedekah.
Maka dengan
tekad untuk sembuh dari penyakit ini… saya melakukan semuanya penuh
keyakinan dan optimisme… Alhamdulillah, tidak sampai sebulan menjalani
semua terapi itu tanpa kenal lelah, akhirnya rasa sakit itu hilang entah
kemana, bahkan saya sampai tidak menyadarinya. Kadang kalo pagi suka
nunggu-nunggu rasa sakitnya, tapi ternyata tak pernah lagi ada keluhan
sampai sekarang. Kalaupun ada keluhan cuma pegel-pegel sedikit, mungkin
karena over aktivitas. Dan sayapun sudah tahu cara mengatasinya.
Saudaraku
yang budiman, jika kebetulan keluarga Anda, teman Anda, atau bahkan
Anda sendiri sedang sakit, jangan pernah putus asa, sebab sebenarnya
yang bikin kita sakit adalah karena kita menyerah pada kondisi sakit.
Kita merasa sudah tak ada lagi jalan keluar bagi penyakit kita. Padahal
jalan keluar itu pasti selalu terbuka lebar… jika kita mau mencarinya…
saya yakin 100% Alloh itu Maha Kuasa atas segala sesuatu, jangankan cuma
sekedar bikin kita sehat, bikin manusia mati hidup lagi juga bisa!
Allohu Akbar!
Subhanakallohumma wabi khamdika asyhadu anla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilayk…
Wallohu’alam bishowab(Ied ide I did)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih atas apresiasinya, semoga menjadi bahan perbaikan ^^