Rabu, 05 Oktober 2011

Obat Penawar

etiap penyakit pasti ada penawarnya… Ini adalah sebuah hadist yang berisi optimisme luar biasa, tapi memang benar adanya… mengatasi masalah tanpa masalah, cuma Alloh yang bisa begitu…

Ceritanya begini, sudah sebulan saya nyaris nggak bisa jalan… atau bisa jalan tapi sambil berjingkat-jingkat seperti pencuri yang takut ketahuan. Ini terjadi setiap pagi antara jam 6-8 pagi. Jelas ini sangat membuat saya stress, bayangkan saja, harusnya sudah beraktivitas, saya masih menikmati rasa nyeri yang amat sangat pada kaki saya. Ke dokter? Itu adalah pilihan terakhir dalam hidup saya! Entah kenapa saya sangat tidak suka dengan dua kata itu, ke dokter! Padahal saya kan orang kesehatan? Masa sich nggak percaya dokter? He he… bukan nggak percaya sama dokternya sebenarnya, tapi nggak percaya sama obatnya…(maap pak bu dokter… perlu dikasih penkes kali ya?). sampai akhirnya sakit sudah mencapai klimaks dan merepotkan orang lain, maka dengan melalui acara dijebak, saya dibawa ke dokter oleh kakak saya tersayang.

“Ini sakitnya rheumatic!” kata dokter itu setelah memeriksa sebentar bagian kaki saya yang memang sakit. Sudah saya duga! Kalo sekedar bilang rematik saya juga udah ngerti dok…

Maka dokter itupun memberikan resep dengan tulisan tangan sekedarnya. Kami pun segera menebus resep yang telah diberikan oleh dokter. Dalam hati saya sudah tak percaya… paling juga analgesic! Dan benar… analgesic, vitamin, dan analgesic lainnya! Diminum nggak ya… (kumat bandelnya!)

Akhirnya dengan pertimbangan menghargai yang sudah membelikan, saya minum obat itu dengan setengah hati, percaya kalo sakitnya akan hilang tapi apa betul penyakitnya akan sembuh??? Tanda Tanya besar itu seakan menyeruak menghantui setiap teringat penyakit ini. Rematik, sungguh menyedihkan… masih muda, belum menikah, mosok kena rematik… ck ck ck… pengen nangis tapi malah diketawain! Ya sudah ketawa saja…

Entah kebetulan atau kebeneran… pas kuliah dosen yang juga seorang dokter sedang menerangkan tentang beberapa penyakit hipersensitivitas, salah satunya adalah rheumatoid arthritis… atau biasa dikenal dengan radang sendi…

Mari kita simak kuliah dosen saya yang menakutkan berikut ini:
Definisi: penyakit infeksi kronis yang penyebabnya tidak diketahui (hufh! Ketahuan penyakit nyebelin, penyebabnya aja nggak jelas!), menignfeksi membrane synovial yang meliputi beberapa sendi.
Penyebab: nggak jelas
Kejadian pada wanita dan laki-laki (3:1), biasanya terjadi pada usia 20-50 tahun… (saya dong…)
Jenisnya ternyata berbeda-beda, bukan cuma asam urat seperti yang biasa dikenal masyarakat, ada juga penyakit jantung rematik, atau lebih sering terjadi sebagai akibat dari penyakit lain yang menyerang system organ vital lainnya.
Tanda-tandanya nyeri pada daerah persendian, untuk asam urat sendiri biasanya simetris kanan dan kiri, menyerang sendi-sendi kecil seperti jari-jari kaki dan tangan.
Dari sini saya sudah bisa memetakan sepertinya saya mengidap asam urat… alah mak! Masih muda asam urat, sambil tersenyum pahit…

Pokoknya selanjutnya kuliah ini jadi nggak menyenangkan… mulai dari perjalanan penyakit yang menyedihkan, bahkan bisa berakhir pada kecacatan,dan kematian. Bukan karena penyakitnya tapi karena penyakit penyerta yang biasanya membarengi penyakit tadi. Pak dosen terus memberikan penjelasan perjalanan penyakit ini. Dan saya terus saja mengatakan dalam hati, saya akan sembuh… walaupun katanya penyakit hipersensitivitas ini nggak ada obatnya… saya akan sembuh… itu kan kata dia, Alloh sendiri yang bilang, setiap penyakit ada obatnya!!!

Esok harinya saya langsung menemui ustadzah Erma, beliau adalah guru herbal sekaligus guru terapis yang saya kenal… saya mulai menceritakan masalah penyakit rematik ini dan beliau segera memberikan penjelasan terkait asam urat. Pertanyaannya hanya seputar pola hidup saya yang memang jauh dari teratur, pola makan, pola tidur, sampai pola eliminasi defekasi. Hampir semuanya memang kacau balau… saya memang rekor untuk urusan makan telat, males makan, insomnia, juga males buang air kecil… hufh… lengkap sudah penyebab penyakit ini nempel.

Setelah ditanya ini itu, kaki saya pun mendapat terapi khusus yang super sakit, dipijat habis-habisan tapi nggak apa-apa demi sembuh, saya juga diajarin cara menterapi kaki sendiri, ternyata asam uratnya bisa teraba, nah bagian itulah yang harus sering-sering dipijat dengan minyak but-but.
Tidak berhenti disitu, ada beberapa obat yang harus saya konsumsi, saya nurut saja selama itu obat-obatan herbal, antara lain si raja obat, habbat sauda kapsul oil, terus minum jahe merah, minum madu, dan minum jamu tempuyung, ditambah juga dengan terapi mandi pagi sekali, mandi antara jam 3 pagi… satu lagi kata beliau, berdoa, sholat tahajud dan sedekah.

Maka dengan tekad untuk sembuh dari penyakit ini… saya melakukan semuanya penuh keyakinan dan optimisme… Alhamdulillah, tidak sampai sebulan menjalani semua terapi itu tanpa kenal lelah, akhirnya rasa sakit itu hilang entah kemana, bahkan saya sampai tidak menyadarinya. Kadang kalo pagi suka nunggu-nunggu rasa sakitnya, tapi ternyata tak pernah lagi ada keluhan sampai sekarang. Kalaupun ada keluhan cuma pegel-pegel sedikit, mungkin karena over aktivitas. Dan sayapun sudah tahu cara mengatasinya.

Saudaraku yang budiman, jika kebetulan keluarga Anda, teman Anda, atau bahkan Anda sendiri sedang sakit, jangan pernah putus asa, sebab sebenarnya yang bikin kita sakit adalah karena kita menyerah pada kondisi sakit. Kita merasa sudah tak ada lagi jalan keluar bagi penyakit kita. Padahal jalan keluar itu pasti selalu terbuka lebar… jika kita mau mencarinya… saya yakin 100% Alloh itu Maha Kuasa atas segala sesuatu, jangankan cuma sekedar bikin kita sehat, bikin manusia mati hidup lagi juga bisa! Allohu Akbar!

Subhanakallohumma wabi khamdika asyhadu anla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilayk…
Wallohu’alam bishowab(Ied ide I did)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih atas apresiasinya, semoga menjadi bahan perbaikan ^^